Age Hale Online | 2D MMORPG Games
Sudahkah kamu teregister di forum ini ?
ayo silahkan bergabung Login / register.

Agar dapat membaca seluruh isi dalam forum, harap register terlebih dahulu. Sekarang kamu dapat login menggunakan account facebook lho ! Ayo buruan udang teman - teman kamu untuk bergabung ke sini yuk !.

2D MMORPG game forum, official forum discussion of Age Hale Online.


You are not connected. Please login or register

Pembangkit Listrik Gelombang Laut Indonesia punya

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Apel12

avatar
Administrator
Administrator
Jika tak ada halangan, PLTGL-SB temuan Zamrsiyaf akan diluncurkan 2013 mendatang.


VIVAnews - Krisis energi membuat sejumlah ahli berpikir
untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
Pembangkit yang mengutamakan uranium untuk menghasilkan daya ini
dipandang mampu untuk menjawab tantangan energi nasional.

Namun,
pascaledakan PLTN Fukushima Jepang akibat gempa dan tsunami yang melanda
kawasan tersebut, penolakan akan pembangkit nuklir kembali bermunculan.
Risikonya dinilai terlalu besar bagi Indonesia.

Fakta tersebut
yang menyurutkan minat sejumlah politisi untuk membatasi atau menunda
pembangunan PLTN di Jawa dan Sumatera. Konsekuensinya, ketersediaan
energi nasional kembali menjadi pertanyaan mendasar.

Sebenarnya,
peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan PT Perusahaan Listrik
Negara, Zamrisyaf, telah menemukan sumber energi baru yang terbarukan
berupa tenaga gelombang laut. Potensi ini diyakininya mampu mengatasi
krisis listrik nasional. Hal terpenting, Pembangkit Listrik Tenaga
Gelombang-Sistem Bandul (PLTGL-SB) ini ramah lingkungan.

“Jika 20
persen saja panjang Pantai Selatan [Jawa] dimanfaatkan untuk PLTGL,
maka didapat daya sekitar 6.500 Mega Watt,” ujar Zamrisyaf dalam
wawancara tertulis, Kamis, 28 April 2011.

Kalkulasi tersebut
berdasarkan potensi energi di Pantai Selatan yang rata-rata mencapai 40
kilo watt per meter lebar gelombang. Dibanding dengan PLTN, daya yang
dihasilkan tidak jauh berbeda.

Seperti dimuat dalam pemberitaan VIVAnews.com
sebelumnya, satu gram uranium menghasilkan 1.000 megawatt (MW) listrik
setahun. Setara dengan penggunaan 3 juta ton batu bara dan dua juta kilo
liter bahan bakar minyak (BBM).

Namun, biaya operasi dan
konstruksi PLTN lebih mahal dibanding pembangkit lainnya. Setiap 1.000
MW daya PLTN membutuhkan US$4-6 miliar yang mampu membangun pembangkit
listrik tenaga bayu berdaya 3.000-4.000 MW. Hal ini diperparah dengan
masalah risiko radiasi yang bisa mengancam keselamatan manusia dan
lingkungan.

Sejauh ini, temuan Zamrisyaf telah mendapatkan
penyempurnaan lewat kerjasama dengan Institut Teknologi Surabaya (ITS).
Menurutnya, kerjasama dengan ITS telah mengasilkan ukuran-ukuran yang
akurat untuk sebuah rancangbangun PLTGL-SB. Terutama ukuran-ukuran
dimensi ponton, berat bandul, dan panjang lengan bandul serta daya dan
RPM yang dihasilkan.

Pada tahap awal, potensi maksimal dari satu
unit PLTGL sekitar 125 kw. Bahkan diupayakan bisa mencapai mencapai
300kw. Ini berdasarkan perhitungan, berat bandul 10 kg; panjang lengan
bandul 2 meter; periode gelombang laut rata-rata 3 detik mencapai
ketinggian 1,5 meter; maka daya yang dihasilkan satu set bandul sekitar
25,2kw.

“Apabila satu unit ponton terdiri dari 5 set bandul,
maka daya yang dihasikan oleh satu unit ponton mencapai sekitar 125 kw,”
ujarnya.

Terkendala Dana


Jika tak ada
halangan, PLTGL-SB temuan Zamrsiyaf akan diluncurkan 2013 mendatang.
Produksi massal pembangkit ini bisa dilakukan mengingat teknologi dan
bahan baku yang digunakan mudah ditemukan di dalam negeri.

“Sebenarnya
tahun 2013 PLTGL-SB sudah bisa diluncurkan, tapi tergantung pendanaan
untuk penelitian dan pengembangan. Tahun ini anggaran penelitian
PLTGL-SB di PLN tidak tersedia dengan berbagai alasan,” ujar pemilik hak
paten nomor HAKI P00200200854 atas pembangkit tersebut.

Ia
mengaku, temuannya ini bisa diproduksi secara masal di sejumlah
Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut-Sistem Bandulan (PLTG-SB).
Pembangkit ini pernah diuji coba tahun 2007 di Pantai Ulak Karang
Padang. Alat yang dibangunnya mampu menghasilkan listrik sebesar 300
watt meskipun belum bisa dikatakan berhasil.

Cara kerja alat ini
cukup menarik. Ponton yang berfungsi sebagai kapal mengangkut bandul
yang terintegrasi dengan dinamo. Untuk menghasilkan putaran dinamo yang
maksimal, bandul dibantu dengan alat transmisi double-freewheel dan
dintegrasikan dengan bantuan rantai.

Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul sehingga menggerakkan double-freewheel untuk memutar dinamo menghasilkan listrik. Nilai investasi alat ini ditaksir setara dengan pembangunan PLTA.

Pada
PLTGL-SB temuan pegawai PLN ini, turbin maupun bandul yang terpasang
pada ponton sebagai wadah pengapung pembangkit tersebut tidak terkena
air laut. Sehingga dari segi ketahanan alat ini akan lebih terjamin.

Bagaimana
dengan PLTN? Seperti ditulis dalam laman ini sebelumnya, Dewan Energi
Nasional (DEN) mensyaratkan tiga hal penting yang harus dipenuhi
pemerintah jika tetap menjalankan rencana pembangunan PLTN. Tiga syarat
itu yaitu aspek keselamatan dan lingkungan, partisipasi publik, dan
aspek subsidi oleh publik yang harus dipenuhi agar PLTN bisa lebih pro
masyarakat.

sumber : >>Klik Disini<<

Lihat profil user http://agehale.onlinemmorpg.net
Share this post on: Excite BookmarksDiggRedditDel.icio.usGoogleLiveSlashdotNetscapeTechnoratiStumbleUponNewsvineFurlYahooSmarking

No Comment.

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik