Age Hale Online | 2D MMORPG Games
Sudahkah kamu teregister di forum ini ?
ayo silahkan bergabung Login / register.

Agar dapat membaca seluruh isi dalam forum, harap register terlebih dahulu. Sekarang kamu dapat login menggunakan account facebook lho ! Ayo buruan udang teman - teman kamu untuk bergabung ke sini yuk !.

2D MMORPG game forum, official forum discussion of Age Hale Online.


You are not connected. Please login or register

Mengenal Serba Serbi Misteri Ilmu Leak di Bali

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Apel12

avatar
Administrator
Administrator

Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di
Bali. Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu
ada?, apa betul leak itu menyakiti? Secara umum leak itu tidak
menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat.
Karena ilmu leak juga mempunyai etika-etika tersendiri.
Tidak gampang mempelajari ilmu leak. Dibutuhkan kemampuan yang prima
untuk mempelajari ilmu leak. Di masyarakat sering kali leak dicap
menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu.
Ilmu leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali.
Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak
merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari
musuh.
Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para
petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya. Tujuannya untuk
sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar.
Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia,
karena ilmu leak ini memang rahasia. Jadi tidak sembarangan orang yang
mempelajari.
Namun zaman telah berubah otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan
sesuai dengan zamannya. Namun esensinya sama dalam penerapan. Yang jelas
ilmu leak tidak menyakiti. Yang menyakiti itu ilmu teluh atau
nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti
orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih
unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa.
Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat
seringkali dicap sebagai ilmu leak. Seperti yang dikatakan diatas leak
itu memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih
leak. Endih leak ini biasanya muncul pada saat mereka lagi latihan atau
lagi bercengkrama dengan leak lainnya baik sejenis maupun lawan
jenis. Munculnya endih itu pada saat malam hari khususnya tengah malam.
Harinya pun hari tertentu tidak sembarangan orang menjalankan untuk melakukan ilmu tersebut.


Mengapa ditempat angker?
Ini sesuai dengan ilmu leak dimana orang yang mempelajari ilmu ini harus
di tempat yang sepi, biasanya di kuburan atau di tempat sepi. Endih ini
bisa berupa fisik atau jnananya (rohnya) sendiri, karena ilmu ini tidak
bisa disamaratakan bagi yang mempelajarinya. Untuk yang baru-baru
belajar, endih itu adalah lidahnya sendiri dengan menggunakan mantra
atau dengan sarana.
Dalam menjalankan ilmu ini dibutuhkan sedikit upacara.
Sedangkan yang melalui jnananya (rohnya), pelaku menggunakan sukma atau
intisari jiwa ilmu leak. Sehingga kelihatan seperti endih leak, padahal
ia diam di rumahnya. Yang berjalan hanya jiwa atau suksma sendiri.
Bentuk endih leak ini beraneka ragam sesuai dengan tingkatannya. Ada
seperti bola, kurungan ayam, tergantung pakem (etika yang dipakai). Ilmu
ini juga memegang etika yang harus dipatuhi oleh penganutnya.
Endih leak ini tidak sama dengan sinar penerangan lainnya, kalau
endih leak ini biasanya tergantung dari yang melihatnya. Kalau yang
pernah melihatnya, endih berjalan sesuai dengan arah mata angin, endih
ini kelap-kelip tidak seperti penerangan lainnya hanya diam. Warnanya
pun berbeda, kalau endih leak itu melebihi dari satu warna dan endih itu
berjalan sedangkan penerangan biasanya warna satu dan diam.
Karena endih leak ini memiliki sifat gelombang elektromagnetik mempunyai daya magnet.
Ilmu leak tidak menyakiti.
Orang yang kebetulan melihatnya tidak perlu waswas.Bersikap sewajarnya
saja. Kalau takut melihat, ucapkanlah nama nama Tuhan. Endih ini tidak
menyebabkan panas. Dan endih tidak bisa dipakai untuk memasak karena
sifatnya beda. Endih leak bersifat niskala, tidak bisa dijamah.
Leak Shoping di Kuburan
Pada dasarnya, ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk
mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang
disebut leak. Yang ada adalah “liya, ak” yang berarti lima aksara
(memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata
cara tertentu).


Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma.
- Si adalah mencerminkan Tuhan
- Wa adalah anugrah
- Ya adalah jiwa
- Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
- Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa
Kekuatan aksara ini disebut panca gni (lima api). Manusia yang
mempelajari kerohanian apa saja, apabila mencapai puncaknya dia pasti
akan mengeluarkan cahaya (aura). Cahaya ini keluar melalui lima pintu
indria tubuh yakni telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan. Pada
umumnya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut. Sehingga apabila kita
melihat orang di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar
rambut orang tersebut.
Pada prinsipnya, ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti
seseorang. Yang dipelajari adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika
bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi itu datang,
maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau
ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontaksi batin agar badan astra
kita bisa keluar. Ini pula alasannya orang ngeleak. Apabila sedang
mempersiapkan puja batinnya disebut angeregep pengelekasan. Sampai di
sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum disebut
endih.
Bola cahaya melesat dengan cepat. Endih ini adalah bagian dari badan
astral manusia (badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu). Di sini
pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain.
Jangan salah, dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya. Sebab tidak
semua orang bisa melihat endih. Juga tidak sembarangan berani keluar
dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak.
Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat
dengan orang mati. Orang ngeleak hanya shoping-nya di kuburan
(pemuwunan). Apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke
kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik
sesuai karmanya.
Begini bunyi doa leak memberikan berkat : “ong, gni brahma anglebur
panca maha butha, anglukat sarining merta. mulihankene kite ring betara
guru, tumitis kita dadi manusia mahatama. ong rang sah, prete namah”.
Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikan sebagai tirta. Nah, di
sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam. Dikatakan bahwa leak ke
kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu.
Kenapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu
menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di
kuburan.
Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di
kuburan. Kenapa demikian? Di tempat inilah para roh berkumpul dalam
pergolakan spirit. Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering
muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang
membuka lontar tatwaning ulun setra.
Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling
baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa. Sang Buda Kecapi, Mpu
Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat
pencerahan di kuburan.
Di Jawa tradisi ini disebut tirakat.
Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari. Ada tujuh tingkatan leak.
- Leak barak (brahma). Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api.
- Leak bulan,
- leak pemamoran,
- leak bunga,
- leak sari,
- leak cemeng rangdu,
- leak siwa klakah. Leak siwa klakah inilah yang tertinggi. Sebab dari
ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak
batinnya.
Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu. Di sinilah penganut leak
sering kecele, ketika emosinya labil. Ilmu tersebut bisa membabi buta
atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama
perguruan.
Sama halnya seperti pistol, salah pakai berbahaya. Makanya,
kestabilan emosi sangat penting, dan disini sang guru sangat ketat
sekali dalam memberikan pelajaran. Selama ini leak dijadikan kambing
hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi
sebagian orang.
Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut
penestian. Ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit,
dengan kekuatan batin hitam. Ada pun caranya adalah dengan memancing
kesalahan orang lain sehingga emosi. Setelah emosi barulah dia bereaksi.
Emosi itu dijadikan pukulan balik bagi penestian. Ajaran penestian
menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji
dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana.
Ini disebut pengiwa (tangan kiri). Kenapa tangan kiri, sebab setiap
menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri.
Pengiwa banyak menggunakan rajah-rajah (tulisan mistik). Juga pintar
membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgent di lab.
Yang paling canggih adalah cetik (racun mistik). Aliran ini
bertentangan dengan pengeleakan. Apabila perang, beginilah bunyi
mantranya, ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak,
mapan aku mapawakan segara gni…bla…bla.
Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya
masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin
menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di
Kuburan pada saat tengah malam.
sumber : >>KLIK DISINI<<

Lihat profil user http://agehale.onlinemmorpg.net

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik